Dieng Menyimpan Lebih dari yang Ditawarkan Rute Populer

Untuk mereka yang sudah ke Dieng sekali dan ingin Dieng yang sesungguhnya pada kunjungan berikutnya

Ada paradoks kecil dalam wisata Dieng: semakin terkenal sebuah tempat, semakin berkurang sisi alami yang menjadikannya layak untuk dikunjungi. Bukit Sikunir yang dulunya menjadi “sunrise tersembunyi” kini sudah ramai setiap dini hari. Kawah Sikidang yang dulunya terasa soliter kini diramaikan kios pedagang di sepanjang jalur masuknya.

Ini bukan masalah bagi wisatawan pertama kali ke Dieng — semua itu tetap indah dan layak dikunjungi. Tapi bagi yang sudah pernah, atau yang dari awal mencari pengalaman lebih sunyi dan lebih personal, Dieng menyediakan pilihan lain: tujuh destinasi yang berada di kawasan yang sama, namun belum tersentuh keramaian yang sama.

#DestinasiKetinggian / LokasiTiketLevelKategori
1Telaga Dringo2.222 mdpl · Desa Pekasiran, BanjarnegaraRp 5.000–15.000MenengahAlam
2Kawah Candradimuka±1.900 mdpl · Dieng BanjarnegaraRp 5.000–10.000MudahMistis
3Telaga Merdada±2.000 mdpl · Dieng BanjarnegaraRp 5.000MudahAlam Tenang
4Curug SikarimJalur Dieng–WonosoboRp 10.000MenantangPetualangan
5Gardu Pandang TiengTieng, Kejajar, WonosoboGratisMudahPanorama
6Museum KailasaDieng Kulon, BanjarnegaraRp 15.000MudahBudaya & Edukasi
7Pemandian BitinganKawasan DiengRp 10.000–15.000MudahRelaksasi

1
Telaga Dringo — “Ranu Kumbolo”-nya Dieng
Telaga tertinggi di Jawa Tengah pada 2.222 mdpl · terbentuk dari kawah mati Gunung Sinila 1786
Alam & Camping ⚡ Menengah
Telaga Dringo Dieng — danau tertinggi di Jawa Tengah (2.222 mdpl) dikelilingi savana hijau dan perbukitan
Telaga Dringo pada pagi hari — air danau yang tenang di ketinggian 2.222 mdpl dikelilingi savana dan bukit-bukit hijau yang tidak tersentuh keramaian. Ini adalah pemandangan yang kamu bayangkan tentang Dieng sebelum Dieng jadi terlalu ramai

Telaga Dringo disebut sebagai telaga tertinggi di Jawa Tengah dengan ketinggian 2.222 meter di atas permukaan laut. Terbentuk akibat letusan Gunung Sinila pada 1786 yang menyisakan cekungan besar berupa kawah mati — lama-kelamaan terisi air hujan dan mata air alami hingga menjadi telaga seluas sekitar 10 hektar yang kita lihat sekarang.

Predikat “Ranu Kumbolo-nya Dieng” bukan berlebihan. Penampakannya memang serupa: danau yang diapit oleh dua bukit hijau, dengan refleksi langit di permukaan airnya yang jernih, dan savana yang melingkarinya tanpa pepohonan tinggi yang menghalangi pemandangan. Bedanya, Telaga Dringo jauh lebih mudah dijangkau dari Ranu Kumbolo yang harus ditempuh lewat pendakian Semeru.

Yang membuat Telaga Dringo istimewa bukan hanya pemandangannya — tapi kesunyiannya. Di hari-hari biasa, kamu bisa menikmati seluruh telaga ini hampir sendiri. Membawa bekal, duduk di tepi, menyaksikan kabut bergerak perlahan di permukaan air — ini adalah pengalaman Dieng yang paling murni dan paling pribadi yang bisa kamu dapatkan.

Area Camping Telaga Dringo: Tersedia area camping di sekitar telaga — salah satu spot bermalam terbaik di Dieng karena langit malamnya bebas polusi cahaya dan suhu yang menggigit justru menjadi bagian dari pengalamannya. Wajib bawa sleeping bag berkualitas dan jaket sangat tebal karena suhu bisa turun ke 2–5 °C di malam hari, terutama saat musim kemarau. Bagi yang tidak camping, Telaga Dringo bisa dikunjungi sebagai destinasi pagi hari sebelum aktivitas lain.
Lokasi
Desa Pekasiran
Kec. Batur, Banjarnegara
Tiket Masuk
Rp 5.000–15.000
Buka 05.00–23.00 WIB
Waktu Terbaik
Pagi 06.00–09.00
Kabut, tenang, magis
2
Kawah Candradimuka — Tempat Gatotkaca Ditempa Menjadi Satria
Kawah vulkanik aktif dengan aura mistis dan aliran air panas di antara bebatuan — jauh lebih sepi dari Kawah Sikidang
Mistis & Vulkanik ⚡ Mudah
Kawah Candradimuka Dieng - lanskap vulkanik aktif dengan asap belerang dan aliran air panas
Kawah Candradimuka — bebatuan vulkanik yang diapit aliran air panas belerang. Jauh lebih dramatis dan lebih sunyi dari Kawah Sikidang yang sudah penuh pedagang kaki lima
Lanskap Dataran Tinggi Dieng - panorama pegunungan vulkanik
Konteks Kawah Candradimuka dalam bentang alam Dieng — kawah ini adalah salah satu di antara banyak aktivitas vulkanik yang masih berlangsung di dataran tinggi yang seluruhnya adalah satu sistem vulkanik purba

Dalam kisah pewayangan Jawa, Kawah Candradimuka adalah tempat di mana Gatotkaca — putra Bima dari Pandawa Lima — dicelupkan dan ditempa hingga mendapatkan kekuatan luar biasa: otot kawat, tulang besi, dan kemampuan terbang. Mitologi ini melekat erat pada kawasan ini dan memberikannya aura yang sulit dijelaskan tapi sangat terasa.

Secara fisik, Kawah Candradimuka menawarkan sesuatu yang berbeda dari Kawah Sikidang: bukan sekadar kawah dengan asap belerang, tapi lanskap vulkanik aktif yang lebih kompleks — aliran air panas yang mengalir di antara bebatuan, suara desis uap yang terus-menerus, dan bebatuan yang berubah warna antara putih, kuning, oranye, dan abu akibat deposit mineral yang terus menumpuk.

📸 Untuk Fotografer: Kawah Candradimuka adalah surga komposisi — bebatuan vulkanik berwarna-warni, asap alami, dan tekstur mineral yang tidak ada di tempat lain di Dieng. Datang pagi hari saat asap kawah kontras dengan cahaya golden hour. Bawa kain penutup lensa karena partikel belerang halus bisa merusak optik kamera.
Lokasi
Kawasan Dieng
Banjarnegara, Jawa Tengah
Tiket Masuk
Rp 5.000–10.000
Bisa digabung dengan area Dieng
Waktu Terbaik
Pagi 07.00–10.00
Asap paling dramatis, sepi
3
Telaga Merdada — Telaga Terluas Dieng di Balik Ladang Kentang
Danau terbesar di kawasan Dieng yang hampir selalu terlewat karena tersembunyi di balik ladang kentang warga
Alam Tenang ⚡ Mudah
Telaga Merdada Dieng — telaga terluas di kawasan Dieng dengan latar Gunung Sindoro
Telaga Merdada — telaga terluas di Dataran Tinggi Dieng yang selalu terlewat karena wisatawan terburu-buru menuju destinasi utama. Di sini, satu-satunya suara yang terdengar adalah angin, kecipak air, dan sesekali suara petani di ladang kentang sekitarnya

Telaga Merdada adalah ironi terbesar wisata Dieng: ini adalah telaga terluas di seluruh kawasan Dieng, tapi justru yang paling sering terlewat. Alasannya sederhana — lokasinya tersembunyi di balik ladang kentang warga lokal, dan tidak ada papan penunjuk besar yang membuatnya mudah ditemukan oleh wisatawan yang mengikuti rute utama.

Yang ditawarkan Telaga Merdada adalah kedamaian yang berbeda dari Telaga Warna yang sudah ramai: permukaan air yang luas dan tenang, latar belakang Gunung Sindoro yang menjulang di kejauhan, dan atmosfer yang terasa seperti danau pribadi karena jumlah pengunjungnya yang sangat sedikit di hari-hari biasa. Kamu bisa menyewa perahu kecil untuk berkeliling — pengalaman yang sangat berbeda dari sekadar berdiri di tepi.

🚣 Tips Menjangkau Telaga Merdada: Karena aksesnya melewati jalur tidak resmi di antara ladang warga, sangat disarankan menggunakan pemandu lokal atau bergabung dalam paket wisata yang sudah mencakup akses ke destinasi ini. Shakran Tour memasukkan Telaga Merdada dalam paket Dieng Explorer sebagai salah satu destinasi yang sering mengejutkan peserta yang belum pernah mendengar namanya sebelumnya.
Lokasi
Kawasan Dieng
Banjarnegara, Jawa Tengah
Tiket Masuk
Rp 5.000
Sewa perahu tersedia
Waktu Terbaik
Siang 10.00–14.00
Cahaya terbaik untuk refleksi
4
Curug Sikarim — Tirai Air Raksasa di Jalur Alternatif Dieng–Wonosobo
Air terjun bertingkat dengan debit air deras di tengah tebing hijau — butuh usaha ekstra, tapi terbayar penuh
Petualangan ⚡⚡ Menantang
Jalur menuju Curug Sikarim Dieng - trek hijau subur di lereng gunung
Medan menuju Curug Sikarim — jalur yang melewati lereng hijau subur dengan pemandangan lembah Wonosobo yang membentang di bawah. Perjalanan menuju air terjun ini sendiri adalah pengalaman wisata alam yang lengkap

Curug Sikarim adalah hidden gem yang benar-benar “tersembunyi” dalam pengertian yang paling harfiah — ia berada di jalur alternatif Dieng menuju Wonosobo yang tidak dilalui rute wisata utama, dan membutuhkan trekking yang cukup serius untuk mencapainya. Tapi itulah yang membuatnya istimewa: di ujung perjalanan itu, ada tirai air raksasa yang jatuh di antara tebing berlumut hijau yang dramatis.

Debit air Curug Sikarim cukup deras bahkan di musim kemarau karena sumber airnya berasal dari mata air pegunungan Dieng yang tidak pernah kering. Suara air yang bergemuruh sudah bisa didengar jauh sebelum air terjunnya terlihat — dan saat akhirnya sampai di depannya, rasa lelah dari trek yang menanjak langsung tergantikan oleh percikan air segar dan pemandangan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

⚠️ Persiapan Wajib untuk Curug Sikarim: Gunakan sepatu trekking dengan grip kuat — jalur bisa licin terutama setelah hujan. Bawa perubahan baju karena kemungkinan besar basah terkena percikan. Tidak disarankan dalam kondisi hujan lebat karena jalur bisa berbahaya. Shakran Tour menyediakan pemandu lokal yang hafal jalur Curug Sikarim untuk peserta paket Dieng petualangan.
Lokasi
Jalur Dieng–Wonosobo
Jalur alternatif non-utama
Tiket Masuk
Rp 10.000
+ sewa pemandu lokal
Waktu Terbaik
Pagi 08.00–11.00
Cahaya terbaik, tidak terlalu panas
5
Gardu Pandang Tieng — Gerbang Ajaib Dieng yang Selalu Dilewatkan
Panorama lembah, terasering, dan kabut dari ketinggian — persis sebelum masuk kawasan Dieng Plateau
Panorama ⚡ Mudah · Gratis
Gardu Pandang Tieng Dieng - panorama lembah dan terasering dari ketinggian sebelum masuk kawasan Dieng
Gardu Pandang Tieng — panorama yang semua wisatawan Dieng lewati tapi hampir tidak ada yang berhenti untuk menikmati. Dari sini, lembah Tieng dan terasering pertanian Dieng terlihat seperti lukisan yang menggantung di antara kabut dan langit biru

Gardu Pandang Tieng adalah hidden gem yang paling mudah dijangkau dan paling sering terlewat sekaligus — karena lokasinya ada tepat di jalur masuk Dieng dari arah Wonosobo. Setiap kendaraan yang menuju Dieng melewatinya, tapi hampir semua penumpang terlalu terburu-buru untuk meminta sopir berhenti.

Yang terlewat itu luar biasa: dari titik pandang ini, lembah Tieng terbentang sempurna di bawah — terasering pertanian yang bertingkat-tingkat, kabut yang bergerak perlahan di sela-sela bukit, dan warna hijau berbagai gradasi yang berubah dari menit ke menit seiring cahaya bergeser. Di pagi hari, ketika kabut masih penuh dan matahari baru mulai muncul, ini adalah salah satu pemandangan terbaik di seluruh jalur Dieng.

💡 Tips Gardu Pandang Tieng: Minta driver atau paket wisata kamu untuk singgah di Gardu Pandang Tieng selama 15–20 menit saat perjalanan menuju Dieng. Tidak ada tiket masuk. Paling dramatis saat pagi hari atau saat berkabut. Shakran Tour selalu memasukkan stop di Tieng dalam perjalanan menuju Dieng — termasuk dalam semua paket wisata Dieng.
Lokasi
Tieng, Kejajar
Wonosobo · jalur masuk Dieng
Tiket Masuk
Gratis
Cukup minta driver berhenti
Waktu Terbaik
Pagi 06.00–09.00
Kabut dramatis, cahaya emas
Shakran Tour · Dieng Hidden Gem Route

Ingin Explore Semua 7 Hidden Gem Ini Tanpa Pusing Cari Jalur Sendiri?

Shakran Tour merancang paket wisata Dieng yang mencakup rute hidden gem — dari Telaga Dringo hingga Pemandian Bitingan — dengan pemandu lokal berpengalaman yang tahu jalan menuju semua destinasi ini.

  • Transportasi khusus medan pegunungan dari Yogyakarta
  • Pemandu lokal Dieng yang hafal seluruh jalur termasuk rute tersembunyi
  • Itinerary teroptimasi — bisa 3–5 hidden gem dalam 1 hari atau paket 2D1N lebih lengkap
  • Opsi camping di Telaga Dringo tersedia
6
Museum Kailasa — Konteks yang Membuat Semua Destinasi Lebih Bermakna
Museum arkeologi dan geologi Dieng yang jarang dikunjungi padahal menjawab semua pertanyaan tentang “kenapa Dieng seperti ini”
Edukasi & Budaya ⚡ Mudah
Museum Kailasa Dieng - koleksi artefak dan informasi geologi sejarah Dataran Tinggi Dieng
Museum Kailasa Dieng — dua lantai yang menjelaskan semuanya: mengapa Dieng terbentuk, mengapa candi-candi Hindu ada di sini, bagaimana masyarakat Dieng hidup berdampingan dengan aktivitas vulkanik selama berabad-abad. Ini bukan sekedar museum — ini kunci untuk memahami Dieng

Ada pertanyaan yang sering muncul di kepala wisatawan Dieng tapi jarang terjawab: mengapa ada candi Hindu di ketinggian 2.000 mdpl di tengah kawah-kawah vulkanik aktif? Siapa yang membangun, kapan, dan mengapa di sini? Mengapa Dieng bisa memiliki ekosistem yang sangat berbeda dari dataran rendah Jawa?

Museum Kailasa menjawab semua itu — dalam dua lantai yang menampilkan koleksi artefak kuno, peta geologi, sejarah peradaban Hindu di Dieng, dan penjelasan tentang sistem vulkanik yang membentuk kawasan ini. Ini adalah museum yang — jika dikunjungi sebelum memulai tur destinasi Dieng — mengubah cara kamu melihat setiap kawah, telaga, dan candi yang kamu kunjungi sesudahnya.

💡 Urutan Kunjungan Optimal: Shakran Tour merekomendasikan Museum Kailasa sebagai destinasi pertama di Dieng, sebelum mengunjungi destinasi alam lainnya. Dengan pemahaman konteks yang diberikan museum ini, setiap destinasi berikutnya terasa jauh lebih kaya. Tiket masuk Rp 15.000 per orang — nilai paling tinggi per rupiah dari semua destinasi di Dieng. Termasuk dalam semua paket wisata budaya Dieng Shakran Tour.
Lokasi
Dieng Kulon
Banjarnegara, dekat Candi Arjuna
Tiket Masuk
Rp 15.000
Buka 08.00–16.00 WIB
Waktu Terbaik
Awal perjalanan
Kunjungi sebelum destinasi lain
7
Pemandian Air Panas Bitingan — Relaksasi Autentik Penutup Hari yang Sempurna
Sumber air panas alami dikelola warga lokal — jauh lebih autentik dari D’Qiano yang sudah komersial
Relaksasi ⚡ Mudah
Kawasan air panas Dieng - sumber air panas alami berbelerang khas aktivitas vulkanik Dieng
Kawasan air panas alami di sekitar Dataran Tinggi Dieng — produk langsung dari aktivitas vulkanik yang masih aktif. Pemandian Bitingan memanfaatkan sumber ini dalam format yang lebih sederhana dan autentik dari pemandian wisata komersial

Setelah seharian trekking ke Telaga Dringo, menjelajah Kawah Candradimuka, dan berjalan naik turun di antara destinasi Dieng lainnya, tubuh membutuhkan pemulihan — dan Dieng menyediakannya dalam bentuk yang paling alami: sumber air panas belerang yang keluar langsung dari perut bumi vulkanik Dieng.

Pemandian Air Panas Bitingan adalah alternatif yang kurang dikenal dari D’Qiano Water Park yang sudah sangat komersial. Dikelola oleh warga lokal dengan pendekatan yang jauh lebih sederhana, Bitingan menawarkan pengalaman berendam yang lebih autentik — tanpa keramaian kolam air terjun buatan, tanpa antrian loker, hanya kolam air panas belerang alami dengan suhu yang tepat untuk merilekskan otot lelah setelah seharian di Dieng.

♨️ Tips Berendam di Bitingan: Kenakan pakaian renang atau baju yang tidak masalah terkena belerang (warna putih bisa berubah). Air panas belerang sangat baik untuk kulit dan membantu sirkulasi darah. Suhu air biasanya berkisar 38–42 °C — hangat yang pas untuk suhu udara Dieng yang dingin. Kunjungi sore hari (setelah 15.00) untuk pengalaman paling relaksatif: suhu udara mulai turun, langit mulai jingga, dan uap panas dari kolam kontras dengan hawa dingin pegunungan.
Lokasi
Kawasan Dieng
Dikelola warga lokal
Tiket Masuk
Rp 10.000–15.000
Sangat terjangkau
Waktu Terbaik
Sore 15.00–18.00
Penutup hari sempurna


Jelajahi Semua 7 Hidden Gem Bersama Shakran Tour — Tidak Perlu Cari Jalur Sendiri

Destinasi seperti Telaga Dringo dan Curug Sikarim butuh pemandu lokal. Shakran Tour sudah mengurusnya.

Menjangkau destinasi mainstream Dieng — Bukit Sikunir, Kawah Sikidang, Telaga Warna — bisa dilakukan sendiri. Tapi 7 hidden gem dalam artikel ini, terutama Telaga Dringo, Curug Sikarim, dan Telaga Merdada, membutuhkan pemandu lokal yang tahu jalur dan kendaraan yang cocok untuk medan Dieng. Shakran Tour melayani semua itu — dari Yogyakarta, dengan paket yang fleksibel sesuai kebutuhan.

Paling Populer
Dieng Day Trip + Hidden Gem
Gardu Tieng · Candradimuka · Merdada · Kailasa · Bitingan
  • Berangkat malam dari Yogyakarta, tiba dini hari di Dieng
  • Singgah Gardu Pandang Tieng (golden hour lembah)
  • Museum Kailasa (pembuka konteks) → Kawah Candradimuka
  • Telaga Merdada (perahu opsional) → makan siang lokal
  • Penutup: Pemandian Air Panas Bitingan sebelum pulang
  • Transportasi, pemandu, biaya tiket masuk sudah include
Mulai Rp 350.000 / pax (min. 4 pax)
💬 Pesan Sekarang
Terlengkap
Dieng Explorer 2D1N
7 Hidden Gem + Bukit Sikunir + Telaga Warna + DCF (opsional)
  • Hari 1: Telaga Dringo + Kawah Candradimuka + Telaga Merdada + Curug Sikarim (trek)
  • Bermalam di penginapan/homestay kawasan Dieng
  • Hari 2: Sunrise Bukit Sikunir → Telaga Warna → Museum Kailasa → Gardu Tieng pulang
  • Penginapan 1 malam + makan + transportasi + pemandu lokal berpengalaman
  • Cocok untuk Agustus (combine dengan DCF 2026)
Mulai Rp 650.000 / pax (min. 4 pax, all-in)
💬 Pesan Sekarang
Special Aug
Paket DCF 2026 + Hidden Gem
28–30 Agustus · Embun Upas · Jazz Atas Awan · Lampion
  • 3 hari penuh DCF XVI (28–30 Agustus) termasuk cukur gimbal & Jazz Atas Awan
  • Embun upas dini hari di Candi Arjuna (bonus langka)
  • Waktu bebas untuk eksplorasi hidden gem: Telaga Merdada, Candradimuka, Bitingan
  • Penginapan 2 malam + semua transportasi + pemandu khusus DCF
  • Baca artikel DCF 2026 lengkap →
Mulai Rp 850.000 / pax (min. 4 pax, all-in)
💬 Cek Ketersediaan
Group & Sekolah
Custom Group Dieng
Komunitas · Sekolah · Corporate · Keluarga Besar
  • Itinerary 100% custom — pilih hidden gem sesuai kemampuan grup
  • Bus pariwisata AC dari Yogyakarta atau kota asal
  • Pemandu lokal + tour leader rombongan
  • Opsi camping di Telaga Dringo untuk grup petualang
  • Harga spesial mulai dari rombongan 15 orang
Harga Custom — WA untuk penawaran terbaik grup
💬 Minta Penawaran
🏆 Kenapa Shakran Tour untuk Dieng Hidden Gem? Bukan hanya agen perjalanan — Shakran Tour memiliki pemandu lokal Dieng yang sudah mengenal kawasan ini jauh sebelum Dieng sepopuler sekarang. Mereka yang tahu jalur menuju Telaga Dringo tanpa tersesat, yang hafal waktu terbaik di Kawah Candradimuka, dan yang bisa mengatur logistik Curug Sikarim dengan aman. Konsultasi gratis via WhatsApp +6282227196662 sebelum memutuskan.

Shakran Tour & Travel Management · Yogyakarta

Dieng Versi Terbaik — Bukan yang Kamu Lihat di Feed Instagram Orang Lain

Bukit Sikunir sudah dipotret jutaan kali. Kawah Sikidang sudah semua orang tahu. Versi Dieng yang kamu ingat bertahun-tahun setelah perjalanan bukan yang ramai — tapi yang sunyi, yang autentik, dan yang hanya bisa dijangkau dengan pemandu yang tepat.

  • Transportasi dari Yogyakarta langsung ke lokasi hidden gem tersulit sekalipun
  • Pemandu lokal Dieng berlisensi dengan keahlian jalur non-mainstream
  • Paket day trip, 2D1N, DCF 2026, dan custom group tersedia
  • Booking fleksibel — hubungi WA untuk konsultasi gratis
  • Berpengalaman memandu wisatawan di Dieng sejak 2016

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa hidden gem Dieng yang paling direkomendasikan untuk pemula?
Untuk pemula atau yang tidak ingin trekking berat: Gardu Pandang Tieng (gratis, di jalur masuk), Museum Kailasa (Rp 15.000, sangat mudah), Kawah Candradimuka (Rp 5.000–10.000), dan Pemandian Bitingan (Rp 10.000–15.000). Keempatnya bisa dikombinasikan dalam satu day trip. Untuk pengalaman lebih, tambahkan Telaga Merdada. Konsultasikan dengan Shakran Tour untuk itinerary yang sesuai kondisi fisik dan waktu kamu.
Berapa tiket masuk Telaga Dringo 2026?
Tiket masuk ke Telaga Dringo Rp 5.000–15.000 per orang. Telaga ini buka dari pukul 05.00 hingga 23.00 WIB. Telaga Dringo berada di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, pada ketinggian sekitar 2.202–2.222 mdpl. Area camping tersedia di sekitar telaga untuk yang ingin bermalam.
Apakah 7 hidden gem bisa dikunjungi semua dalam 1 hari?
Tidak semua dalam 1 hari — terutama Telaga Dringo dan Curug Sikarim yang membutuhkan waktu dan tenaga ekstra. Dalam satu day trip yang optimal, bisa dikunjungi 4–5 hidden gem: Gardu Pandang Tieng (perjalanan masuk) + Museum Kailasa + Kawah Candradimuka + Telaga Merdada + Pemandian Bitingan (penutup). Untuk semua 7, disarankan paket 2D1N. Lihat opsi paket Dieng Shakran Tour.
Bagaimana cara menuju hidden gem Dieng dari Yogyakarta?
Dari Yogyakarta ke Dieng sekitar 120–130 km, waktu tempuh 3–4 jam. Untuk hidden gem seperti Telaga Dringo dan Curug Sikarim, sangat disarankan menggunakan paket wisata dari Shakran Tour (+6282227196662) karena aksesnya membutuhkan kendaraan khusus dan pemandu lokal yang hafal jalur. Paket tersedia mulai dari day trip hingga 3D2N.